Monday, December 20, 2010

Indonesia pengguna BlackBerry terbesar di Dunia?


Jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia yang saat ini berkisar 300-400 ribu pelanggan, diproyeksi akan menjadi yang terbanyak di seluruh dunia dalam waktu dekat. Wajar saja, pertumbuhan ponsel cerdas besutan Research in Motion (RIM) ini melesat hampir 500% tahun lalu.

Meski RIM selaku produsen pinsipal BlackBerry tengah bermasalah soal pusat layanan di Indonesia--yang berimbas dibekukannya sertifikasi impor barang, namun faktanya tetap tak menyurutkan niat banyak orang untuk terus berlangganan BlackBerry. Ponsel pabrikan Kanada ini terus diburu pelanggan, baik lewat mitra operator maupun importir paralel.
"Pengguna BlackBerry terbanyak dunia saat ini ada di Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Di AS sendiri penggunanya berkisar satu juta. Saya rasa Indonesia tak lama lagi akan melampaui angka itu," kata Chief Marketing Officer Indosat, Guntur Siboro, di Jakarta.

Di Indonesia sendiri, operator yang telah menjadi mitra RIM dalam menyelenggarakan akses dan pemasaran BlackBerry sudah cukup banyak. Sejak Indosat mempelopori layanan itu pada akhir 2004, berangsur-angsur operator lain ikut menyusul, seperti Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL), dan terakhir Natrindo Telepon Seluler (Axis).

Tak sampai di situ, Smart Telecom dan Hutchison CP Telecom (Tri/3) kabarnya juga akan ikut bergabung menjadi mitra RIM untuk menggelar akses BlackBerry. Tak ketinggalan Telkom (Flexi), Bakrie Telecom, dan Mobile-8 Telecom yang kabarnya juga cukup berminat. Jadi, bisa dipastikan dengan makin banyaknya penyedia layanan, BlackBerry akan makin booming di Indonesia.


Riset tentang penggunaan Blackberry Di Indonesia

Di Indonesia, jangan dikira orang pakai BlackBerry hanya untuk push email dan browsing internet. Facebook dan chatting juga sama besarnya dalam menghabiskan bandwidth jaringan data operator.

Berdasarkan survei yang dilakukan MarkPlus terhadap beban trafik data operator penyedia layanan BlackBerry, 45% di antaranya dipergunakan untuk email, 45% untuk chatting dan social networking khususnya Facebook dan 10% sisanya untuk browsing.

Chief Brand Consultant MarkPlus, Alexander Mulya, menjelaskan, walaupun persentase antara chatting dengan email sama, tapi pada dasarnya chatting hanya membutuhkan kapasitas yang kecil. Sedangkan email biasanya jauh lebih besar.

"Chatting kilobyte-nya kecil tapi bebannya sampai 45%. Ini menunjukan aktivitas chatting lebih banyak ketimbang email. Orang lebih sering chatting daripada email," ungkapnya usai acara MarkPlus Club Dinner di Hotel Hilton, Bandung.

Hal ini tentu kontradiktif dengan fitur yang dimiliki oleh BlackBerry. Mengingat BlackBerry memiliki fitur push email yang mampu mengunduh atau mengunggah data dalam jumlah besar.

"Mereka kan memiliki teknologi kompresi email dan data. Tak hanya itu, mereka juga memiliki jalur data khusus untuk itu. Seharusnya ini yang menjadi pertimbangan," katanya.

Perilaku pemakai Blackberry di Indonesia yang di luar dugaan ini wajar saja terjadi. Pasalnya karakter masyarakat Indonesia cepat bosan dan lebih percaya pada pendapat orang lain.

"Berbeda dengan di negara-negara maju. Di sana, BlackBerry kebanyakan dipakai untuk push mail. Jadi jangan percaya kalau di sini ada orang beli BlackBerry cuma untuk push mail. Yakin deh, mereka beli cuma buat chatting dan Facebook," tandas Alex.

0 comments:

Post a Comment